Laman

Senin, 14 Juli 2014

Palestina Sebelum Kedatangan Kaum Zionis Yahudi

 TANAH Palestina memiliki tempat khusus bagi Umat Islam. Di sanalah Masjid al-Aqsha, yang merupakan kiblat pertama umat Islam berdiri kokoh. Shalat di tempat suci ini setara dengan 500 kali pahala shalat di masjid lain, sehingga umat Islam perlu untuk berkunjung ke al-Aqsha. Palestina adalah tanah yang diberkahi (Al-Isra’:1). Keberkahan di sini bersifat fisik dan maknawi. Tanah Palestina adalah tanah para nabi dari Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Luth, Dawud, Sulaiman, Shalih, Zakariyah, Yahya, Isa.

 


     Jauh sebelum imperialisme Zionis Yahudi, Palestina pernah dijajah Yunani pimpinan Alexander Maxdoni tahun 332 SM selama 272 tahun. Kemudian Palestina jatuh ke tangan Romania tahun 63 SM dengan pimpinan Titus. Imperilalisme Romania berusia selama 700 tahun. Dan mulai pada tahun 637 M, bangsa Arab Islam menaklukkan kembali Palestina. Yakni di bawah khilafah Islam Umar bin Khattab. Beliau sendiri yang menerima kunci-kunci kota Elia dari Patrikah Safarnius kemudian bangsa memberinya nama Al-Quds. Tahun 1099 kaum Salib menguasai Al-Quds. Puncaknya pada tahun 1187, umat Islam di bawah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi mengembalikan kota suci kepada umat Islam setelah perang Hittin. Kekuasaan Islam berlangsung selama 880 tahun. Kemudian Palestina dikuasai oleh bangsa Turki Utsmani tahun 1517 M di bawah pimpinan Sultan Salim I. Palestina berada di bawah kekuasaan Khilafah Utsmaniah selama 400 tahun.

Akibat kegoncangan dan kelemahan Turki Utsmani, pada tahun 1918 M, Inggris berhasil menjajah Palestina. Mulai dari sinilah Yahudi yang sempat terusir dari tanah Palestina, mendapat restu dari pemerintah kolonial Inggris untuk tinggal kembali. Selain itu, Yahudi juga mendapat perlindungan dari Inggris.


Bangsa Arab adalah penduduk pertama Palestina dan bukan Yahudi. Palestina berada di bawah kekuasaan Arab Islam dan Turki Islam selama 1300 tahun secara berkesinambungan. Sementara Yahudi hanya berkuasa di Palestina secara terputus-putus kurang lebih 380 tahun. Sejak tahun 332 SM, Yahudi di Palestina tidak memiliki eksistensi. Dan saat Inggris masuk Palestina tahun 1918, jumlah Yahudi tidak lebih dari 80.000 orang, sebelum akhirnya terjadi eksodus besar-besaran.

Proses Masuknya Israel ke Palestina


TANAH Israel, yang dikenal dalam bahasa Ibrani sebagai Eretz Yisrael, merupakan tanah suci orang Yahudi. Menurut kitab Taurat, tanah Israel dijanjikan kepada tiga Patriark Yahudi oleh Tuhan sebagai tanah air mereka. Pada cendekiawan memperkirakan periode ini ada pada milenium ke-2 SM. Menurut pandangan tradisional, sekitar abad ke-11 SM, beberapa kerajaan dan negara Israel didirikan disekitar Tanah Israel; Kerajaan-kerajaan dan negara-negara ini memerintah selama seribu tahun ke depan. 

 
   Antara periode kerajaan-kerajaan Israel dan penaklukan Muslim abad ke-7, tanah Israel jatuh di bawah pemerintahan Asiria, Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, Sassania, dan Bizantium. Keberadaan orang Yahudi di wilayah tersebut berkurang drastis setelah kegagalan Perang Bar Kokhba melawan Kekaisaran Romawi pada tahun 132, menyebabkan pengusiran besar-besaran Yahudi. Pada tahun 628/9, Kaisar Bizantium Heraklius memerintahkan pembantaian dan pengusiran orang-orang Yahudi, yang mengakibatkan populasi Yahudi menurun lebih jauh. Walau demikian, terdapat sekelompok kecil populasi Yahudi yang masih menetap di tanah Israel. Tanah Israel direbut dari Kekaisaran Bizantium sekitar tahun 636 oleh penakluk Muslim. Selama lebih dari enam abad, kontrol wilayah tersebut berada di bawah kontrol Umayyah, Abbasiyah, dan Tentara Salib sebelum jatuh di bawah Kesultanan Mameluk pada tahun 1260. Pada tahun 1516, tanah Israel menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah, yang memerintah wilayah tersebut sampai pada abad ke-20.

Orang-orang Yahudi yang berdiaspora telah lama bercita-cita untuk kembali ke Zion dan tanah Israel. Harapan dan kerinduan tersebut tercatat pada Alkitab dan merupakan tema pusat pada buku doa Yahudi. Pada permulaan abad ke-12, penindasan Yahudi oleh Katolik mendorong perpindahan orang-orang Yahudi Eropa ke Tanah Suci dan meningkatkan jumlah populasi Yahudi setelah pengusiran orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1492. Selama abad ke-16, komunitas-komunitas besar Yahudi kebanyakan berpusat pada Empat Kota Suci Yahudi, yaitu Yerusalem, Hebron, Tiberias, dan Safed. Pada pertengahan kedua abad ke-18, keseluruhan komunitas Hasidut yang berasal dari Eropa Timur telah berpindah ke Tanah Suci.

Imigrasi dalam skala besar, dikenal sebagai Aliyah Pertama (Bahasa Ibrani: עלייה), dimulai pada tahun 1881, yakni pada saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur. Manakala gerakan Zionisme telah ada sejak dahulu kala, Theodor Herzl merupakan orang Yahudi pertama yang mendirikan gerakan politik Zionisme, yakni gerakan yang bertujuan mendirikan negara Yahudi di Tanah Israel. Pada tahun 1896, Herzl menerbitkan buku Der Judenstaat (Negara Yahudi), memaparkan visinya tentang negara masa depan Yahudi; Tahun berikutnya ia kemudian mengetuai Kongres Zionis Sedunia pertama.
 
 
   Aliyah Kedua (1904–1914) dimulai setelah terjadinya pogrom Kishinev. Sekitar 40.000 orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina. Baik gelombang pertama dan kedua migrasi tersebut utamanya adalah Yahudi Ortodoks. Namun, pada Aliyah Kedua ini juga meliputi pelopor-pelopor gerakan kibbutz. Selama Perang Dunia I, Menteri Luar Negeri Britania Arthur Balfour mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang mendukung pendirian negara Yahudi di tanah Palestina.

Pada tahun 1922, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan mandat atas Palestina kepada Britania Raya. Populasi wilayah ini pada saat itu secara dominan merupakan Arab Muslim, sedangkan pada wilayah perkotaan seperti Yerusalem, secara dominan merupakan Yahudi.

Imigrasi Yahudi berlanjut dengan Aliyah Ketiga (1919–1923) dan Aliyah Keempat (1924–1929). Secara keseluruhan membawa 100.000 orang Yahudi ke Palestina. Setelah terjadinya kerusuhan Jaffa, Britania membatasi imigrasi Yahudi, dan wilayah yang ditujukan sebagai negara Yahudi dialokasikan di Transyordania. 

 
 Warga Yahudi mengungi dari kekejaman Hitler di Eropa
 
 Gelombang masuknya Yahudi secara besar-besaran ini menimbulkan Pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939, yang memaksa Britania membatasi imigrasi dengan mengeluarkan Buku Putih 1939. Sebagai reaksi atas penolakan negara-negara di dunia yang menolak menerima pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust, dibentuklah gerakan bawah tanah yang dikenal sebagai Aliyah Bet yang bertujuan untuk membawa orang-orang Yahudi ke Palestina. Pada akhir Perang Dunia II, jumlah populasi orang Yahudi telah mencapai 33% populasi Palestina, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 11% pada tahun 1922.


Yerusalem Kota Suci dari 3 Agama

   

   Kota yang menyimpan ironi. Yerusalem selalu bergejolak dan menjadi rebutan sejak dari zaman perang salib hingga kini. Yerusalem menjadi Kota Suci tiga Agama Nasrani, Yahudi dan Islam. 

 

Yerusalem adalah sebuah kota yang terkenal dari jaman Nabi Daud (David). yerusalem berarti damai, kesempurnaan. Dalam bahasa Arab, Yerusalem disebut dengan Ursalim al-Quds atau lebih populer dengan al-Quds (Kudus). Pada periode kekuasaan Raja Daud, kota ini dikenal sebagai Ir Daud (Kota Daud). Agama adalah ajaran yang mengajarkan tentang kebaikan, mejadi sebuah ironi ketika dihubungkan dengan sejarah. Dalam perjalanan waktu Yerusalem selalu disibukkan dengan penaklukan mulai dari zaman romawi Kuno, Perang Salib, melahirkan tokoh Salahudin Al Ayubi dan The King Of Lion Hearth, Ottoman, mandat dari Inggris dan hingga sekarang perang perebutan kekuasaan Israel Palestina yang bercampur dengan konflik agama.

Dibalik itu semua Yerusalem menyimpan sejarah yang panjang dan berpengaruh terhadap perkembangan dunia. Yerusalem sangat penting bagi agama Nasrani, Yahudi dan Islam, karena di kota tersebut terdapat sebuah bangunan yang disucikan dan peristiwa yang penting. 

peta yerusalem yang menunjukkan tempat penting bagi Agama Islam, Nasrani dan Yahudi.
 Bagi umat Nasrani, Yerusalem adalah tempat Yesus hidup dan disalib, selain itu ada sebuah jalan yang sangat bersejarah yaitu jalan dimana Yesus diarak ketika akan disalib setelah disiksa dan mendapatkan luka kemudian jalan tersebut dinamakan Via Delorosa (jalan kesengsaraan) di tengah kota Yerusalem.





 

   

   Bagi umat Yahudi Yerusalem adalah tempat Nabi daud mendirikan kerajaan Yahudi Menurut kitab Ibrani, Raja Daud berkuasa hingga 970 SM. Kekuasaannya diteruskan putranya Sulaiman (Salomo), yang membangun Bait Suci di Gunung Moria. Bait Salomo (kemudian dikenal sebagai Bait Pertama), memainkan perang penting dalam sejarah bangsa Yahudi sebagai tempat singgahnya Tabut Perjanjian. Selama lebih dari 450 tahun, hingga penaklukkan Babilonia pada tahun 587 SM, Yerusalem merupakan ibukota politik Kerajaan Israel bersatu dan kemudian Kerajaan Yehuda dan Baitnya menjadi pusat keagamaan bangsa Israel. Periode ini dikenal dalam sejarah sebagai Periode Bait Pertama. Setelah Salomo wafat (sekitar 930 SM), sepuluh suku utara memisahkan diri membentuk Kerajaan Israel. Di bawah kekuasaan Wangsa Daud dan Salomo, Yerusalem menjadi ibukota Kerajaan Yehuda.

    Kemudian Yerusalem menjadi rebutan Romawi dan Persia, sehingga bangas yahudi terusir dan sekarang dengan gerakan Zeonisme dan Freemansonry mereka berusaha merebut kembali Yerusalem.

Bait Suci sekarang hanya tinggal tersisa tembok sebelah barat, dan menjadi tempat peribadatan umat Yahudi dengan sebutan Tembok ratapan. Umat Yahudi menuliskan keluhan apapun dikertas lalu menyelipkannya di tembok.

Bagi umat Islam Yerusalem adalah tempat berdirinya Mesjid Al - Aqsa yang berperan penting dalam peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad dan merupakan kiblat pertama umat Islam.

Secara istilah, Isra berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad saw pada waktu malam hari dari Masjid Al Haram Mekkah ke Masjid Al Aqsha Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha ke langit sampai di Sidratul Muntaha dan langit tertinggi tenpat Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah swt. Isra’ Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh dalam waktu semalam.

Pada masa kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab Yerusalem dikuasai Islam. Umat Kristen Palestina waktu itu Uskup Agung Severinus(Snaifore) menyatakan hanya akan membuka pintu Jerusalem pada Khalifah Umar sebagai jaminan pasukan Muslim tidak akan membantai rakyat Yerusalem seperti yang dilakukan pasukan Nebucadnezzar dan Constantin Agung. Sang Uskup mempersilahkan Umar Bin Khatab untuk sholat di dalam “Rumah Allah”. Sejak saat itu terjadi perjanjian damai antar pemeluk umat dibawah perlindungan hukum Islam. Umar Bin Khatab sempat berdoa di atas sebuah batu yang menjadi titik Pe Mi’raj an Nabi ke langit ke tujuh.



 

 Al - Aqsa berkubah berwarna biru sedangkan Dome Of Rock atau Mesjid Umar berkubah emas. 


 


   Sebuah ironi Yerusalem selalu menjadi bahan perebutan dan konflik bertolak belakang dengan arti namanya damai. Yerusalem sampai sekarang selalu bergejolak dan telah banyak menimbulkan korban nyawa bagi umat manusia. Pada dasarnya agama selalu mengajarkan kebaikan, semoga suatu saat terjadi perdamain disana bagi para penghuninya.